Kamis, 15 Maret 2012

HAND TRAKTOR DAN TRAKTOR MINI


1.       FUNGSI TUAS-TUAS TRAKTOR TANGAN (Hand Traktor)



Tuas kendali digunakan untuk mengendalikan jalannya traktor. Traktor tangan memiliki banyak tuas kendali untuk mempermudah pekerjaan. Akibatnya, traktor menjadi lebih berat dan harganya lebih mahal. Oleh karena itu, sekarang banyak diproduksi traktor yang dilengkapi hanya dengan beberapa tuas kendali agar lebih ringan dengan harga yang lebih murah. Namun, kemampuan traktor jadinya juga terbatas.
Tuas kendali dibedakan atas:
1.       Tuas persneling utama traktor tangan
Tuas ini berfungsi untuk memindahkan susunan gigi pada persneleng sehingga perbandingan kecepatan putar poros motor penggerak dan poros roda dapat diatur. Traktor tangan yang lengkap biasanya mempunyai 6 kecepatan maju dan 2 kecepatan mundur. Kecepatan ini dapat dipilih sesuai dengan jenis pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Kecepatan satu untuk membajak tanah dengan mesin rotary. Kecepatan dua untuk membajak tanah dengan bajak singkal/piringan. Kecepatan tiga untuk membajak tanah sawah yang tergenang. Kecepatan empat untuk berjalan di jalan biasa. Kecepatan lima dan enam untuk menarik trailer/gerobak. Mundur satu digunakan pada saat operator berjalan. Mundur dua digunakan pada saat operator naik di trailer/gerobak
2.       Tuas persneleng cepat lambat traktor tangan
Tuas ini tidak selalu ada. Apabila tuas persneleng utama hanya terdiri dari 3 kecepatan maju dan 1 kecepatan mundur, biasanya traktor tangan dilengkapi dengan tuas persneleng cepat lambat. Fungsi perneleng ini untuk memisahkan antara pekerjaan mengolah tanah dengan pekerjaan transportasi (berjalan dan menarik trailer/gerobak). Dengan adanya tuas cepat lambat, kemungkinan salah dalam memilih posisi persneleng bisa dikurangi.
3.       Tuas kopling utama traktor tangan
Tuas kopling utama berfungsi untuk mengoperasikan kopling utama. Bila tuas dilepas pada posisi pasang atau on, maka tenaga motor akan tersambung ke gigi persneleng. Sebaliknya apabila ditarik ke posisi netral atau bebas atau off, maka tenaga motor tidak disalurkan ke gigi persneleng. Apabila ditarik lagi maka tuas kopling utama akan tersambung dengan rem yang berada pada rumah kopling utama.
4.       Tuas persneleng mesin rotary traktor tangan
Tuas ini berfungsi sebagai pengatur kecepatan putar poros PTO. Apabila hasil pengolahan yang diharapkan halus dan gembur, maka tempatkan posisi tuas persneleng mesin rotary pada posisi cepat dan sebaliknya. Kecepatan putar pisau rotary dapat juga diatur dari posisi pemasangan rantai penghubung.
5.       Tuas persneleng kemudi
Tuas persneleng kemudi pada traktor tangan ada dua, masing-masing berada di kiri dan kanan. Tuas ini digunakan untuk mengoperasikan kopling kemudi ke kanan dan ke kiri. Apabila tuas kopling kemudi kanan ditekan, maka putaran gigi persneleng tidak tersambung dengan poros roda kanan sehingga roda kanan akan berhenti dan traktor akan berbelok ke kiri. Begitu juga sebaliknya apabila kopling kiri ditekan.
6.       Stang kemudi dan kemudi pembantu
Stang kemudi digunakan untuk membantu membelokkan traktor. Meskipun sudah ada tuas kopling kemudi, namun agar berbeloknya traktor dapat lebih tajam, perlu dibantu dengan stang kemudi. Stang kemudi juga digunakan untuk mengangkat implemen pada saat pengoperasian. Kemudi pembantu digunakan untuk tempat bertumpu bahu operator. Maksudnya agar menambah beban bagian belakang traktor sehingga hasil pengolahan tanah bisa lebih dalam.
7.       Tuas gas traktor tangan
Tuas ini dihubungkan dengan tuas gas pada motor peggerak. Tuas ini digunakan untuk mengubah kecepatan putaran poros motor penggerak yang sesuai dengan tenaga yang dibutuhkan. Tuas ini juga berfungsi untuk mematikan motor traktor, apabila posisinya ditempatkan pada posisi stop.
8.       Tombol lampu dan bel traktor tangan
Terkadang, traktor digunakan pada waktu malam hari, sehingga diperlukan penerangan. Tombol bel diperlukan apabila traktor dijalankan di jalan raya. Dengan adanya tombol lampu dan bel ini, motor traktor harus dilengkapi dengan kumparan sebagai sumber arus listrik.
9.       Tuas penyangga depan
Tuas ini menggerakkan penyangga depan. Apabila tuas didorong akan mendorong penyangga depan turun untuk menyangga traktor. Traktor tangan hanya mempunyai dua roda. Apabila traktor dalam keadaan berhenti, maka untuk menegakkan traktor diperlukan penyangga.


2.       FUNGSI TUAS-TUAS TRAKTOR MINI


1. Tuas pengatur gas
Kecepatan (gas) akan besar apabila tuas ditarik. Gas akan kecil apabila disorong ke depan.Apabila gas didorong lebih lanjut, gas akan berhenti. Ada juga jenis traktor yangdilengkapi dengan tuas khusus untuk mematikan motor penggerak. Tuas gas ini berfungsiuntuk menjaga kecepatan jalan traktor akan akan tetap, pada saat dioperasikan.

2. Tuas hidrolik 
Tuas hidrolik berfungsi untuk menggerakkan sistem hidrolik. Sistem hidrolik berfungsiuntuk menggerakkan lengan pengangkat imlemen. Bila tuas didorong ke depan, implemenakan turun, bila ditarik ke belakang implemen akan naik (terangkat). Apabila tuas pada posisi netral, implemen akan berhenti ada posisi tertentu.
 
3. Tuas persneleng utama
Biasanya tuas perneleng terdiri dari 3 atau 4 kecepatan maju dan satu kecepatan mundur.

4. Tuas persneleng cepet lambat
Tuas persneleng cepat lambat digunakan untuk membedakan kecepatan di ahan (pada saatmengolah tanah) dan kecepatan di jalan. Dengan tuas persneleng cepat lambat, kombinasikecepatan menjadi 6 atau 8 maju dan 2 mundur.

5. Tuas persneleng PTO
Berfungsi untuk mengubah kecepatan putar poros PTO yang diinginkan. Setiap jenis trator  berbedabeda jumlah kecepatannya. Ada yang hanya satu, dua atau tiga macam kecepatan.


6. Tuas gardan depan
Khusus untuk traktor yang mempunyai dobel gadan, dilengkapi dengan tuas gardan depan.Tuas ini berfungsi untuk menyambung gardan depan apabila diperlukan. Gardan depandigunakan untuk memperbesar daya tarik traktor.

7. Pedal kopling
Gunanya untuk menghubungkan dan melepaskan, hubungan antara motor penggerak dengan transmisi. Apabila pedal kopling diinjak, hubungan motor dengan transmisiterputus

8. Pedal rem (kiri dan kanan)
Pedal rem roda kiri dan rem roda kanan terpisah satu sama lain. Dengan terpisahnya pedalrem, dapat membantu berbeloknya traktor secara tajam. Pada saat traktor berjalan di jalan, pedal rem harus dikunci (disatukan kembali). Menginjak satu rem saja pada saat traktor  berjalan cepat akan sangat berbahaya.

9. Pedal gas
            Beberapa jenis traktor dilengkapi dengan pedal gas, selain tuas gas. Tekan pedal gasapabila ingin mempercepat putaran motor penggerak. Lepaskan pedal gas apabila inginmemperlambat.

10. Tuas rem parkir
Tuas rem parkir berfungsi menahan rem tetap pada posisi mengerem. Bebapa jenis traktor ada juga yang mengunakan tuas rem parkir tersendiri.

11. Pedal pengunci differensial (gardan)
Gardan berfungsi untuk memungkinkan roda kanan dan roda kiri belakang dapat berputar dengan kecepatan berbeda, sehingga traktor dapat berbelok. Namun dengan adanya gardanmenyebabkan salah satu roda akan slip. Dengan menginjak pedal pengunci differensial, putaran kedua roda belakang akan sama, sehinga slip bisa diatasi.

12. Pengunci kap motor
Apabila kita ingin memeriksa motor traktor, kap motor harus dibuka terlebih dahulu.Untuk membuka kap motor, pengunci harus dilepas terlebih dahulu.

13. Pengatur tempat duduk 
Tempat duduk dapat diatur maju atau mundur sesuai dengan keinginan operator. Caranyadengan memindah pen ke lubang lain yang diinginkan


3.       CARA MENGENDARAI TRAKTOR MINI YANG BAIK
A.      Menghidupkan mesin
1.       Duduklah yang baik di tempat duduk
2.       Pasang rem parker
3.       Semua tongkat pengaturan harus pada posisi netral
4.       Masukkan kunci kontak dan putar ke kanan ke arah on lihatlah apakah lampu penunjuk tekanan oli sudah menyala
5.       Injak penuh pedal kopeling dan putar kunci kontak ke kiri ke arah preheat selama kurang lebih 10-20 detik. Perhatikan apakah indikator pemanas pendahuluan berpijar yang menandakan ruang bakar sudah cukup dipanaskan. Dibawah ini adalah tabel mengenai waktu yang diperlukan untuk memanasi ruang bakar
6.       Putar kunci kontak ke arah kanan ke posisi start maka, starter motor akan memutar mesin. Setelah mesin hidup segera lepaskan kunci kontak sehingga akan kembali ke posisi on dengan sendirinya
7.       Setelah mesin hidup lampu pengontrol tekanan oli harus padam, bila tetap menyala, matikan segera mesin dan periksa system pelumas.
B.      Cara Mengendarai Traktok Mini
1.       Injak penuh pedal kopeling
2.       Pindahkan tongkat pengubah kecepatan utama dan tongkat pengubah kecepatan PTO ke kecepatan yang diinginkan.
3.       Lepas rem parker
4.       Tingkatkan ekselerasi mesin dengan menggunakan handel atau pedal ekselarasi
5.       Lepaskan pedal kopeling perlahan-lahan dan traktor akan mulai bergerak
6.       Hanya operatorlah yang diizinkan berada di atas traktor.
7.       Hindarilah menjalankan traktor di tepi parit atau selokan, dimana bagian tepi ini mudah longsor yang bias menyebabkan traktor guling kedalam parit.
8.       Bila berbelok turunkan kecepatan mesin dan pindahkan tongkat pengubah kecepatan Hi-Lo ke posisi “Low”
9.       Jangan menjalankan traktor dijalan umum sementara implement masih berputar bergerak
10.   Sehabis menggunakan pengunci diferensial, yakinlah bahwa pengunci ini sudah terlepas kembali.
11.   Pada jalan-jalan yang menurun gunakan gigi rendah untuk memperlambat jalannya traktor jangan terus menerus menggunakan rem.


C.    Menghentikan Traktor
1.       Kurangi kecepatan mesin
2.       Injaklah kedua pedal kopeling dan rem, maka traktor akan berhenti.
3.       Pindahkan tongkat pengubah kecepatan utama dan PTO ke posisi netral dan lepaskan pedal kopeling.
4.       Hubungkan kembali pengunci pedal kiri dan kanan, kemudian pasang rem parker.

4.       CARA MENGENDARAI TRAKTOR TANGAN (HAND TRAKTOR) YANG BAIK

A.      Menghidupkan

1.       Traktor ditempatkan pada tempat yang datar, dengan ventilasi udara yang baik.2.

2.       Traktor sudah diperiksa dan dalam kondisi baik Beberapa hal yang perludiperhatikan pada saat dan setelah mematikan traktor 3.

3.       Tuas kopling utama diposisikan ³OFF´ atau ³rem´, sehingga traktor tidak berjalan pada saat dihidupkan4.

4.       Untuk keamanan, semua tuas persneleng pada posisi netral.5.

5.       Buka kran bahan bakar, sehingga terjadi aliran bahan bakar ke ruang pembakaran6.

6.       Gas dibesarkan pada posisi ³start´, sehingga ada aliran bahan bakar (solar) yangcukup banyak di ruang pembakaran.7.

7.       Tuas dekompresi ditarik dengan tangan kiri, untuk menghilangkan tekanan diruang pembakaran pada saat engkol diputar.8.

8.       Engkol dimasukkan ke poros engkol, lalu putar engkol searah jarum jam beberapakali, agar oli pelumas dapat mengalir ke atas melumasi bagian-bagian traktor.Biasanya dilengkapi dengan indikator, untuk menunjukkan adanya aliran pelumas.9.

9.       Percepat putaran engkol, sehingga akan menghasilkan cukup tenaga untuk menghidupkan motor.10.

10.   Lepaskan tuas dekompresi, untuk menghasilkan tekanan, sementara engkol masihtetap diputar sampai motor hidup 
11.   Setelah motor hidup, engkol akan terlepas sendiri dari poros engkol. Hal ini disebabkan bentuk pengait engkol yang miring. 
12.   Geser posisi tuas gas pada posisi ³idle´ atau stasioner 
13.   Hidupkan motor tanpa beban kurang lebih selama 2-3 menit, agar proses pelumasan dapat berjalan dengan baik
14.    Traktor siap untuk dioperasikan


B.      Mematikan

1.       Lepaskan beban motor
2.       Kecilkan gas pada posisi ³idle´ atau stasioner, sehingga putaran mesin akan pelan,selama 2-3 menit
3.       Geser tuas gas pada posisi ³stop´, hingga motor mati karena tidak ada aliran bahan bakar ke ruang pembakaran
4.       Tutup kran bahan bakar

1 komentar: